Rabu, 25 April 2012

Telemedicine dan E-Health


Telemedicine

Ide tentang pemeriksaan dan evaluasi kesehatan dengan menggunakan perangkat jaringan telekomunikasi bukanlah hal yang baru. Setelah diperkenalkan pesawat telepon, percobaan telemedicine telah dilakukan pertama kali dengan men-transmisi-kan rekaman  EKG melalui jaringan telepon sistem analog. Walaupun jarak tempuh transmisi hanya beberapa kilometer, namun nilai klinisnya tidak begitu bermakna. Setelah itu, beberapa kali dicoba untuk melakukan transmisi suara jantung dan napas antar dokter dan pasien.
Telemedicine adalah layanan kesehatan yang dilakukan dari jarak jauh (Telemedicine is health care carried out at a distance). Telemidicine adalah transfer data medik elektronik dari satu lokasi ke lokasi lainnya (telemedicine is the transfer of electrical medical data from one location to another)
Manfaat Telemedicine
Manfaat telemedicine mencakup kedalam 3 aspek yang saling terkait satu sama lain yaitu pasien, dokter dan rumah sakit. Manfaat langsung bagi pasien adalah:
1.      Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.
2.      Mudah mendapatkan pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-dokter pribadi.
3.      Pasien merasakan tetap dekat dengan rumah dimana keluarga dan sahabat dapat memberikan dukungan langsung.
4.      Menurunkan stres mental atau ketegangan yang dirasakan di tempat kerja.
5.      Menseleksi antara pasien-pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit dan pasien yang tidak perlu perawatan di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah.

Aplikasi Telemedicine
1.      Skala Makro :Dilaksanakan oleh salah satu intansi layanan kesehatan dalam skala terbatas
2.      Skala Mikro
A.    Aplikasi Sektoral : terbatas untuk satu subdisiplin ilmu kedokteran / bidang layanan kesehatan
B.     Aplikasi Regional : mencakup keseluruhan bidang pelayanan kesehatan terbatas dalam wilayah tertentu dalam suatu negara.
C.     Aplikasi Nasional : mencakup keseluruhan bidang pelayanan kesehatan di semua wilayah di suatu negara.
Pilihan Telekomunikasi
§  Saluran telepon standar (public switched telephone network; PSTN)
§  ISDN (integrated service digital network)
§  Teknologi nirkabel
§  Koneksi gelombang mikro
§  Leased Line
§  ATM (asynchronous transfer mode): teknologi relay sel .

E-Health

A.    Sejarah E-Health
WHO mendefinisikan e-health sebagai “ the use of information and communication technologies (ICT) for health”. Sesederhana itu. Karena peran dan potensinya untuk mendorong perbaikan dan perubahan pelayanan kesehatan, WHO telah mengeluarkan resolusi mengenai e-health bernomor 58.28 tahun 2005. Dalam resolusi tersebut, WHO mendorong kepada setiap negara untuk:
1.      Menyusun rencana strategis jangka panjang untuk mengembangkan layanan e-health di berbagai bidang di kesehatan baik untuk administrasi kesehatan, kerangka legal dan regulasi, infrastruktur serta mekanisme kemitraan publik dan swasta.
2.      Mengembangkan infrastruktur TIK untuk e-health
3.      Membangun kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga profit untuk mendukung e-health
4.      Mengembangkan e-healh yang menjangkau masyarakat, khususnya yang rawan terhadap permasalahan kesehatan (vulnerable) dan sesuai dengan kebutuhan mereka,
5.      Memobilisasi kerjasama lintas sektor dalam mengadopsi norma dan standar e-health, evaluasi,prinsip-prinsip cost-effectiveness dalam e-health untuk menjami mutu, etika dan keamanan dengan tetap mengedepankan kerahasiaan, privasi, equity dan equality.
6.      Mengembangkan center of excellence dan jejaring e-health,
7.      Mengembangkan model sistem informasi kesehatan masyarakat untuk surveilans, respon dan emergency.

B.     Konsep E-Health
Sekarang ini, internet menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran informasi yang berguna untuk penyedia layanan kesehatan (provider) dan pengguna layanan kesehatan (consumer). Berdasarkan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan yang praktis dan efisien, lahirlah konsep e-health sebagai jawaban atas tuntutan tersebut. Di negara lain, seperti Amerika Serikat, Jerman, atau Australia, e-health sudah diimplementasikan dan terus berkembang. Bahkan di Eropa, e-health sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1989 .
       E-health adalah aplikasi internet atau teknologi lain yang berkaitan di industri pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses medis dan bisnis, yang melibatkan organisasi pelayanan medis (rumah sakit atau klinik), praktisi medis (dokter atau terapis), laboratorium, apotek, asuransi, dan pasien sebagai konsumen .
       Solusi yang ditawarkan e-health meliputi produk, sistem, dan layanan, sebagai contoh : informasi kesehatan, rekam medis elektronik, layanan pembelian obat, sistem komunikasi antar pengguna, dan informasi lainnya terkait pencegahan penyakit, diagnosa, perawatan, monitoring kesehatan, dan manajemen gaya hidup.

C.     Pengertian E-Health
Pemanfaatan internet dan teknologi yang berhubungan dengannya dalam industri pelayanan kesehatan guna meningkatkan akses, efisiensi, efektifitas dan kualitas dari proses klinis dan bisnis yang dijalankan organisasi pelayanan kesehatan, para praktisi, pasien dan konsumen dalam rangka peningkatan status kesehatan pasien (Healthcare Information and Management Systems Society [HIMSS]).
E-health adalah e-commerce versi kesehatan: yaitu pemanfaatan bisnis kesehatan secara elektronik. E-health adalah kombinasi dari pemanfaataan komunikasi elektronik dan teknologi informasi pada bidang kesehatan, baik di tempat sendiri (lokal) maupun di klinik yang jauh, untuk tujuan klinik, pengajaran dan administratif.

Rabu, 18 April 2012

HIS (Hospital Information System)


HIS
HIS (Hospital Information System) merupakan sebuah sistem informasi yang digunakan untuk Rumah Sakit. Dimana dalam sistem informasi ini memungkinkan aliran data dari sebuah rumah sakit bisa dilakukan secara elektronis, sehingga pelayanan kepada pasien dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat dan transparan yang pada akhirnya bisa memberikan kepuasan kepada pasien.
Sistem informasi medis sangat erat kaitannya dengan sistem informasi rumah sakit (hospital Information System atau HIS). Sistem informasi rumah sakit adalah sistem yang mampu melakukan integrasi dan komunikadi aliran informasi baik di dalam maupun di luar rumah sakit. HIS memiliki 2 fungsi utama yaitu untuk keperluan manajemen dan pengolahan data pasien. Dari sisi manajemen, HIS memiliki peranan dalam mengatur data keuangan, material dan teknis, sistem kepegawaian, pembayaran (tagihan) ke pasien, dan perencanaan strategi. Dari sisi pasien, HIS berfungsi untuk mengelola data inpatient dan outpatient serta mengelola data medis pasien yang meliputi perawatan. Diagnosis, dan terapi.
Salah satu subsistem dari HIS adalah sistem rekam medis. Perekaman data pasien mutlak diperlukan untuk menunjang proses peningkatan perawatan kesehatan terhadap pasien.
A.    Manfaat
1.      Mudah Akses ke Data Pasien.
2.      Membantu sebagai sistem pendukung keputusan bagi pihak berwenang rumah sakit untuk mengembangkan kebijakan kesehatan yang komprehensif
3.      administrasi yang efisien dan akurat keuangan, makanan pasien, teknik distribusi, dan bantuan medis.
4.      Peningkatan pemantauan penggunaan obat, dan studi efektivitas.
5.      Meningkatkan integritas informasi, mengurangi kesalahan transkripsi, dan mengurangi duplikasi entri informasi.

B.     Aplikasi
Sebuah HIS memiliki berbagai aspek didalamnya. Teknologi memungkinkan untuk informasi dalam sistem ini untuk mengalir lebih mudah dan lebih akurat. Beberapa sistem ini meliputi:
1.      Clinical Information System (CIS)
2.      Financial Information System (FIS)
3.      Laboratory Informatin System (LIS)
4.      Nursing Information System (NIS)
5.      Pharamacy Information System (PIS)
6.      Picture Archiving Commuication System (PACS)
7.      Radiology Information System (RIS)
Terminologi yang terkait:
·         Clinical Information System - Kata lain untuk Health information system.
·         Electronic Medical Record - Sebuah catatan medis yang disimpan secara elektronik melalui database rumah sakit. Catatan ini dapat dilihat oleh salah satu rumah sakit di jaringan tersebut.
·         Clinical Decision Support System (CDSs) adalah program komputer yang dirancang untuk menyediakan dukungan para ahli dalam membuat keputusan klinis Mendoca (2004). Tujuan sistem ini adalah membantu para profesional di bidang kesehatan dalam menganalisis data pasien dan membuat keputusan berdasarkan diagnosis, melakukan pencegahan, dan treatment terhadap permasalahan kesehatan.
·         Personal Health record - Sebuah catatan kesehatan pribadi  merupakan rekaman yang disimpan oleh individu kesehatan seumur hidup.
·         Voice recognition software - Software yang dapat mengenali perintah suara untuk membantu dokter menulis catatan atau melakukan tugas.
·         MediSlate MCA & Sahara slate – Mirip dengan tablet PC digunakan di rumah sakit yang dirancang khusus untuk membantu tugas-tugas dokter.

Rabu, 11 April 2012

Membuat Mail Merge

Mail Merge

Mail merge membantu kita untuk membuat sebuah dokumen (misalnya surat) yang isinya sama untuk penerima yang berbeda secara cepat dan mudah. Fitur ini sangat membantu terutama bila penerimanya sangat banyak.
Mail merge juga dapat digunakan untuk membuat sertifikat, label, dan amplop.

    Untuk membuat mail merge terdiri dari 2 dokumen, yaitu:
  • Dokumen Master, dokumen yang isinya sama untuk semua penerima.
  • Data Source, yaitu dokumen yang isinya khusus untuk masing-masing penerima, misalnya nama dan alamat penerima.
    Data source dapat berupa data di Excel, Access, Contact pada Outlook dan sebagainya.
    Pada tutorial ini, data source menggunakan Excel, karena cara ini lebih cepat. Selain itu:
  • Lebih mudah mengontrol dan menambah data baru.
  • Lebih mudah membaca data yang ditampilkan di lembar kerja Excel terutama bila kita ingin memperbaiki kekeliruan seperti salah pengejaan dan sebagainya.
  • Juga mempermudah menyalin data source pada dokumen Excel ke lembar kerja yang lain.
    Misalnya dalam membuat sertifikat pelatihan yang pesertanya lebih kurang sama, maka akan lebih mudah memilih nama pada lembar kerja tersebut dan menyalinnya ke dokumen (data source) baru.

Langkah-langkah membuat mail merge adalah sebagai berikut:

    Tahap I Membuat Data Source
  1. Buat data source di Excel seperti contoh di bawah ini dan simpan dengan nama Data Surat.
    data source mail merge

  2. Tahap II Membuat Dokumen Master
  3. Buat dokumen master surat di Word seperti contoh di bawah ini dan simpan dengan nama Master Surat.
    Beri jarak untuk menaruh nama dan alamat.
    Dokumen ini jangan ditutup karena kita akan lanjutkan ke langkah berikut: menggabungkan Data Source dengan Dokumen Master.
    Dokumen Master mail merge

  4. Tahap III Menggabungkan Data Source dengan Dokumen Master
  5. Pada Mailings tab, grup Start Mail Merge, klik Start Mail Merge.
    Start Mail Merge
  6. Selanjutnya kita akan memilih data source.
  7. Pada Mailings tab, grup Start Mail Merge, klik Select Recipients.
  8. Pilih Use Existing List, dan cari lokasi dokumen (Data Surat) pada kotak dialog Select Data Source. Kemudian klik Open untuk menampilkan kotak dialog Select Table.
  9. Pada kotak dialog Select Table, klik lembar kerja yang berisi sumber data dan pastikan kotak First row of data contains column headers dicentang. Kemudian klik OK.
  10. Sekarang kita akan menempatkan data pada masing-masing tempatnya.
  11. Taruh di kursor di bawah tulisan Kepada Yth., kemudian pada Mailings tab, grup Write & Insert Fields, klik Insert Merge Field dan pilih Nama.
  12. Lakukan juga hal yang sama pada Alamat dan sekarang tampilan dokumen akan seperti contoh di bawah ini.
    Data ditampilkan dalam tanda kurung siku dua <<data field>>.
    Tampilan Data Field

Membuat Daftar Isi

Daftar Isi



1. Buat style dari masing-masing bagian yang akan dimasukkan ke dalam daftar isi.
a. Bagian judul– Blok judul

– Atur format huruf sesuai dengan keinginan, seperti ukuran huruf, center, dll => Klik styles pada panah ketiga terbawah.

– Klik save selection as a new quick styles => isi nama stye, contoh: judul
b. Sub babBlok sub judul => ikuti seperti langkah-langkah serupa di atas.Akhirnya sampai pada Klik save selection as a new quick styles =>isi nama stye, contoh: subjudul1
c. Sub sub babBlok sub sub judul => ikuti seperti langkah-langkah serupa di atas.Akhirnya sampai pada Klik save selection as a new quick styles => isi nama stye, contoh:subjudul2
2. Buat semua bagian (judul, sub judul, sub sub judul) sesuai dengan style yang sudah dibuat sebelunnya (poin 1 di atas) misalnya sub judul: rumusan masalah– Blok sub judul: rumusan masalah
– Begitu juga dengan bagian yang lain. Sampai akhir bab. Disarankan untuk tidak menggunakan nomor otomatis dalam penomoran sub bab ataupun sub sub bab
Bila telah membuat style pada semua bagian, kita sudah bisa membuat daftar isi..
Buat halaman baru di awal, sebagai halaman Daftar Isi:Page layout  => breaks => newpageTulis judul daftar isi 
buat style untuk daftar isi dgn style yang sesuai, dalam hal ini style judul
Cara membuat daftar isi:References => table of content => insert table of content => option => isi sesuai dengan bagian style yang ingin kita masukkan ke daftar isi. dalam hal ini contohnya (judul, sub judul, sub sub judul). Isi 1, 2 atau 3 dst sesuai dengan keinginan kita menjorokkan bagian ini. => ok => okLangsung jadi daftar isi => edit seperlunya.


3. Bagaimana bila terjadi penambahan sub judul?Yang harus dilakukan cukup Klik mouse bagian kanan pada daftar isi yang telah jadi => Update field =>update entire table => OK
4. Bagaimana bila terjadi perubahan pada nomor halaman ?Yang harus dilakukan cukup Klik mouse bagian kanan => Update field => update page number only =>OK
5. Apa bisa membuat Daftar tabel, Daftar Gambar dll ?Bisa, prinsipnya bahwa setiap bagian (judul tabel, judul ganbar, judul lampiran) masing-masing harus dibuat style. Langkah selanjutnya tinggal membuat Halaman Baru (lihat bagian 2) untuk masing-masing Daftar, yang selanjutnya tinggal membuat TOC seperti langkahi bagian 2.Bila muncul Pesan di bawah, pilih No.